Hari Pramuka 2021 MTs Al Kautsar

Event Details

14 Agustus 2021

-

Hari Pramuka 2021 MTs Al Kautsar

Hari Pramuka yang diperingati setiap 14 Agustus sebelumnya dikenal sebagai gerakan Kepanduan. Gerakan ini juga terdapat di berbagai negara dan memiliki sejarah. Sebutan internasional untuk gerakan Kepanduan adalah Scouting atau Gerakan Pramuka. Gerakan Kepanduan pertama kali dicetuskan oleh Robert Baden-Powell, seorang anggota angkatan darat di Inggris. Pada tahun 1906-1907, Baden Powell menulis buku Scouting for Boys dan diterbitkan pada tahun 1908. Buku ini berisi panduan bagi remaja untuk melatih keterampilan dan ketangkasan, cara bertahan hidup, hingga pengembangan dasar-dasar moral. Hingga akhirnya, karya Baden Powell ini menyebar ke seluruh dunia dan menjadi gerakan Kepanduan yang di Indonesia disebut Pramuka.
Tanggal lahir Robert Baden-Powell yakni 22 Februari pun diperingati sebagai Hari Pramuka Internasional. Di Indonesia, Pramuka resmi digunakan untuk menyebut gerakan Kepanduan nasional pada 14 Agustus 1961. Idenya bermula dari gagasan Presiden Soekarno. Maka, setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka.
Misi utama gerakan Pramuka adalah mendidik pemuda dan pemudi Indonesia, dari anak-anak demi meningkatkan rasa cinta tanah air dan bela negara. Kemudian, istilah Pramuka dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, terinspirasi dari kata Poromuko yang berarti terdepan dalam perang. Hingga tercetus istilah Pramuka yakni Praja Muda Karana yang berarti Jiwa Muda yang Gemar Berkarya.
D Indonesia, gerakan Pramuka dilambangkan dengan tunas kelapa. Lambang tersebut diciptakan oleh Soenardjo Atmodipoerwo. Beliau adalah seorang pegawai tinggi Departemen Pertanian yang juga tokoh pramuka. Lambang ini dipergunakan pertama kali pada tanggal 14 Agustus 1961, ketika Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno menganugrahkan Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia kepada organisasi Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 tahun 1961. Sejak saat itulah, lambang tunas kelapa digunakan pada benda-benda Pramuka, seperti bendera, papan nama, hingga lencana.
Terdapat berbagai alasan tunas kelapa dipilih sebagai lambang gerakan Pramuka, diantaranya:
Tunas kelapa melambangkan setiap anggota Pramuka merupakan tunas bangsa Indonesia. Sebagai tunas bangsa, kita harus bisa mengharumkan nama Indonesia.
Tunas kelapa dapat bertahan lama dalam kondisi apa pun .Hal ini melambangkan bahwa setiap anggota Pramuka harus bisa bertahan dalam menghadapi segala tantangan untuk mengabdi kepada bangsa Indonesia.
Tunas kelapa yang bisa tumbuh di mana saja melambangkan setiap anggota Pramuka bisa menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar.
Diketahui, pohon kelapa tumbuh tinggi menjulang dan menjadi salah satu pohon tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa setiap anggota Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi dan bisa tetap tegak berdiri.
Lalu, akar pohon kelapa biasanya tumbuh kuat di tanah yang melambangkan bahwa setiap anggota Pramuka berpegang pada keyakinan yang kuat untuk mencapai cita-citanya.
Selain itu, pohon kelapa adalah pohon yang memiliki banyak manfaat. Hal tersebut, melambangkan setiap anggota Pramuka merupakan manusia yang berguna bagi negara Indonesia.
Dalam Logo Hari Pramuka tahun 2021 tertera slogan “Berbakti Tanpa Henti” yang menyisaratkan semangat Pramuka untuk terus berbakti tanpa henti di segala bidang.Warna merah berarti berani dan ksatria, sedangkan warna putih berarti rela dan tulus dalam berbakti. Angka 60 melambangkan tahun ke enam puluh hadirnya gerakan Pramuka, dengan angka “6” yang tangkainya berkombinasi daun nyiur yang menunjukan kecintaan Pramuka pada tanah air. Lambang WOSM di tengah angka “0” menunjukan gerakan pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepaduan di Indonesia dan satu-satunya yang diakui oleh organisasi kepaduan dunia.